google-site-verification: google9107410c5bcb2953.html Zhenni Alamsyah: Ini alasan mengapa tidak boleh makan buah Delima di saat minum obat

Rabu, 24 September 2014

Ini alasan mengapa tidak boleh makan buah Delima di saat minum obat

Siapa yang tidak tahu buah delima? Buah dengan daging berwarna merah dan biji kecil ini dikenal memiliki banyak kandungan bermanfaat. Akan tetapi, memiliki banyak kandungan ternyata ada efek negatifnya. Menurut studi terbaru, kandungan yang ada pada delima diketahui malah dapat mengganggu khasiat obat.

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Faculty of Pharmacy, University of Sydney, menemukan bahwa mengonsumsi delima dapat mengganggu fungsi tubuh menyerap obat.

Kandungan seperti asam oleanolic, asam ursolat, dan asam galat dapat ditemukan pada buah delima. Ketiga kandungan inilah yang dikatakan oleh salah satu peneliti, Dr Fanfan Zhou, memengaruhi protein yang bertanggung jawab terhadap penyerapan dan distribusi pada tubuh.

"Studi yang telah kami lakukan mengonfirmasi tiga komponen delima tersebut dapat berdampak pada protein pengangkut. Jika ada molekul dari obat-obatan ingin diserap oleh tubuh melalui protein pengangkut, kehadiran tiga komponen dari delima ini akan mengganggunya," kata Zhou seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (24/9/2014).

Zhou mengatakan ketiga komponen tersebut akan bersaing menggunakan protein pengangkut dan mengalahkan molekul obat. Akibatnya keefektifan obat berkurang karena sulit terserap oleh tubuh.

"Tidak masalah jika Anda minum jus atau makan buahnya, ketiga komponen tersebut tetap sama," tambah Zhou.

Menurut Zhou, studi ini akan membawa dampak luas pada penggunaan obat dan kaitannya dengan makanan atau herba tertentu. Tidak hanya terbatas pada delima, semua makanan atau herba yang memiliki tiga komponen di atas perlu diwaspadai penggunaannya.

Asam oleanolic dan ursolat sendiri banyak ditemukan pada tumbuhan. Di lain sisi asam galat mudah ditemukan pada teh, anggur, buah berry, dan wine.

Zhou memperingatkan kepada masyarakat dan penjual obat herbal khususnya bahwa penggunaan obat herba dapat berdampak pada obat farmasi.

"Orang-orang di negara Asia suka meminum obat resep dokter bersamaan dengan obat herbal. Mereka tidak tahu risiko yang mungkin muncul dari penggunaan obat secara bersamaan tersebut," tutup Zhou.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar